Kebiasaan Minum Air Panas, Tapi Ada Apa Sebenarnya?
Minum Air Panas di Tiongkok – Mengapa Ini Ada?
Mengapa orang Tiongkok sangat suka minum air panas sepanjang tahun? Ada apa sebenarnya
Di Tiongkok, musim panas terasa cukup menyengat. Bahkan sangat panas di beberapa wilayah! Terkadang suhu bisa melonjak melampaui 40°C. Selama bulan-bulan ini, Anda pasti menginginkan segelas atau sebotol air dingin.
Air Dingin – 冷水 (lěng shuǐ)
Air Es – 冰水 (bīng shuǐ)
Sebotol Air Es – 一瓶冰水 (yī píng bīng shuǐ)
Namun, Anda mungkin akan terkejut saat meminta segelas air. Bukannya botol air es yang segar dan dingin, Anda justru diberi secangkir air mendidih... di tengah cuaca 40 derajat?
Minum Air Panas | Mengapa di Musim Panas?
Di Tiongkok, orang minum air panas baik di musim dingin maupun musim panas, tidak peduli apa pun cuaca atau suhunya.
Lucunya, banyak orang asing yang ikut minum air panas di Tiongkok selama musim dingin, tetapi coba tawarkan minuman yang sama di pertengahan Juli, dan mereka akan langsung menolaknya mentah-mentah!
Di restoran-restoran Tiongkok, mereka menyajikan air panas atau teh sepanjang tahun. Di mana-mana Anda bisa melihat mesin pemanas air panas. Saya sendiri sering bertanya-tanya, "Mengapa di hari yang panas menyengat ini kalian malah minum air panas?"
Air Panas – 热水 (rè shuǐ)
Air Hangat – 温水 (wēn shuǐ)
Bagaimanapun, ada banyak alasan mengapa orang Tiongkok suka minum air panas.
Mengapa Sangat Terobsesi?
1. Pengobatan Tradisional Tiongkok
Menurut pengobatan Tiongkok, tubuh kita memiliki dua sumber energi – Yin dan Yang. Untuk tetap sehat, keduanya harus seimbang. Jika Yang menjadi terlalu kuat, suhu tubuh Anda naik dan dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, Anda harus mengembalikan keseimbangan tubuh.
Air panas adalah minuman Yin, jadi saat Anda sakit di Tiongkok, orang-orang dan dokter pertama-tama akan menyuruh Anda minum banyak teh panas atau air panas. Di musim dingin, minum minuman panas juga dikenal baik untuk menghindari flu atau pilek.
2. Tradisi Kuno
Orang Tiongkok sangat suka minum teh, sehingga mereka tidak terbiasa minum minuman yang lebih dingin. Jika tidak ada teh panas, pilihan berikutnya adalah air panas.
Selain itu, "air mentah" mengandung banyak mikroba yang berbahaya bagi perut. Kebiasaan ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Sebelum abad ke-20, minum air panas adalah pengobatan utama, terutama selama masa perang. Minum "air mentah" dianggap sebagai simbol orang miskin dan tidak terdidik. Kaum terpelajar dan orang kaya selalu minum teh. Kemudian, teh menjadi barang langka setelah bertahun-tahun perang, sehingga kebiasaan ini berubah menjadi minum air yang direbus.
Sekarang, kebiasaan ini sudah mendarah daging dalam budaya dan masyarakat Tiongkok. Sebagai orang asing, jangan hanya meminta "air" (water). Jika Anda melakukannya, besar kemungkinan Anda akan diberi secangkir air mendidih! Selalu tambahkan kata "dingin" atau "es" di depannya (asumsikan itulah yang Anda inginkan).
3. Partai Komunis
Secara resmi, minum air rebusan pertama kali dipromosikan oleh pemerintah pada tahun 1930-an. Diputuskan untuk melarang minum langsung dari sungai dan sumur guna menghindari penyebaran penyakit.
Pada tahun 1949 saat RRT (Republik Rakyat Tiongkok) didirikan, pemerintah mempertahankan tradisi ini dalam "Kampanye Sanitasi Patriotik". Sejak saat itu, hal ini menjadi bagian besar dari budaya Tiongkok.
4. Genetika
Tidak semua orang tahu, tetapi sistem pencernaan orang Tionghoa dikenal lebih lemah dibandingkan yang lain. Karena itu, mengonsumsi minuman dan makanan hangat bermanfaat untuk menghindari gangguan pencernaan. Saat makan, jika Anda merasa haus, lebih bijak untuk minum air panas atau hangat karena dapat merangsang pencernaan.

